Ikatan Alumni Kampus Padjadjaran (Ika Unpad) masih tetap mesti bersabar memperoleh ketua kebanyakan yang baru buat periode 2016-2020.
Hasil penghitungan nada pemilu Ika Unpad yang di gelar pada Minggu 17 April 2016 di Universitas Unpad Jatinangor sesungguhnya udah perlihatkan kelebihan calon nomer urut 1, CEO Agromedia Grup Hikmat Kurnia.
Baca juga: Jurusan di UNJ
Tokoh pebisnis berhasil jebolan Fakultas Sastra/Fakultas Pengetahuan Budaya Unpad angkatan 1986 ini mengoleksi 546 nada.
Calon lainnya, Ahmad Doli Kurnia (nomer urut 2, Fakultas MIPA-1991) yang waktu ini menjabat jadi ketua DPP Partai Golkar memperoleh 455 nada dan Yuddy Chrisnandi, politikus Partai Hanura yang saat ini menjabat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi (nomer urut 3, Fakultas Ekonomi Bisnis-1986), mengantongi 530 nada.
Ketua umum dipilih sedianya menukar tempat penasihat kehormatan Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar yang sudah memimpin Ika Unpad sejak mulai 2012.
Tetapi, pimpinan sidang Musyawarah Besar IX Ika Unpad Eka Santosa tidak dapat segera mengesahkan kelebihan Hikmat.
Dia menyerahkan mandat terhadap Hikmat jadi peraih nada paling banyak buat bermusyawarah dengan dua calon lainnya. Penyerahan mandat itu dikerjakan berkat ada keunggulan 60 surat nada di kotak nada di banding banyaknya pemilih yang tercatat.
Banyaknya pemilih tercatat 1. 541 orang sesaat surat nada sejumlah 1. 601. Sidang penghitungan nada juga di-skors pada Minggu malam dikala nada keseluruhan yang dihitung menggapai 1. 542. Banyak 59 nada bekasnya masih tetap ada didalam kotak nada.
Sistem lobi-lobi yang berjalan alot menjumpai jalan buntu. Kubu Yuddy serta Doli mohon pembatalan hasil penghitungan nada lantaran ada kesalahan pencatatan daftar pemilih.
Kubu Hikmat mohon penghitungan dilanjutkan dengan konsekuensi masih tetap bisa saja berjalan pergantian tempat pencapaian nada yang penting di terima seluruh calon. Sesudah mohon klarifikasi dari panitia mubes mengenai terdapatnya selisih nada, selanjutnya Eka tawarkan mandat musyawarah antarkandidat terhadap Hikmat.
Hal semacam ini, kata Eka, disetujui oleh sembilan dari 15 utusan fakultas yang masih tetap ada di area penghitungan nada.
“Itu kan kuorum. Seluruh sama sama rangkul juga malam ini sesudah bermacam hasil mubes saya titipkan ke calon nomer 1. Bukan hanya mengenai pemilu, tetapi juga program kerja, revisi AD/ART, serta dokumen lainnya. Seluruh clear kok, ” tutur Eka terhadap Koran SINDO, Senin (18/4/2016).
Baca juga: Jurusan di UI
Menurutnya, lantaran seluruh calon bermaksud mengabdi untuk perkembangan Civitas Akademika Unpad, musyawarah sangatlah amat mungkin. Dari komunikasinya dengan beberapa calon juga seluruh perlihatkan kelegawaan menghormati hasil penghitungan nada. Dia berkeyakinan penyelesaian persoalan itu semakin lebih cepat dari seminggu.
No comments:
Post a Comment