Dua pasang begal bersepeda motor bergentayangan di Jakarta Barat. Mereka menyisir beberapa ruas jalan serta menyebar teror kematian pada penduduk.
Korban paling baru keempatnya ialah seseorang remaja pria, Iwan Saputra (22), yang meninggal karena keganasan mereka. Iwan terbujur kaku bersimbah darah sesudah sisi dada serta lehernya dibacok grup ini di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/3/2019) pagi hari barusan.
Baca juga : Jurusan di UNAIR
Walau sudah sempat memperoleh pertolongan, akan tetapi nyawa Iwan tidak diselamatkan. Dia sekarang sudah terbujur kaku di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). “Masih di sini, menanti keluargannya,” tutur salah satunya petugas kamar jenazah RSCM waktu dihubungi, Senin (4/3/2019).
Petugas barusan mengatakan, jenazah Iwan diantar ke RSCM oleh polisi seputar jam 3 pagi hari barusan. Waktu datang di RSCM badan Iwan sudah melemas, dari kepala serta dada bercucuran banyak darah.
Kapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, AKP Erick Sitepu, membetulkan peristiwa itu. Menurutnya, waktu itu Iwan dengan dua temannya baru pulang melihat live music tidak jauh dari tempat.
Waktu perjalanan pulang, Iwan serta temannya dipepet sepasang sepeda motor. Mereka disangka adalah aktor. Perlawanan seru sudah sempat hadir dari ketiganya sebelum pada akhirnya Iwan rubuh. "Korban menantang serta langsung ditusuk di bagian dada," tutur Erick pada wartawan.
Reaksi itu membuat aktor ketakutan. Mereka langsung tinggalkan Iwan yang terluka di tepi jalan. Teman Iwan alu banyak yang datang serta coba menyembuhkan serta membawanya ke Rumah Sakit. Sial nyawanya tidak terselamatkan.
Baca juga : Jurusan di ITS
Walau yakini aktor bukan grup geng motor yang dulu menyebar teror di Jakarta Barat, akan tetapi Erick pastikan tidak mentolerir peristiwa ini. Perburuan masih tetap dikerjakan dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
“Masih kami selidiki, belumlah tahu tentu apa aktor pemain ataulah bukan. Yang tentu ia bukan grup geng motor,” tutup Erick sambil menjelaskan hp korban turut dibawa aktor.
Monday, March 4, 2019
Sunday, March 3, 2019
Para Petani Rumput Laut di Tarakan Curhat ke Sandiaga Uno
Beberapa petani rumput laut di Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menyalahkan harga jual komoditi rumput laut waktu berbicara dengan cawapres nomer urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno pada Jumat (4/1/2018).
Salah seseorang petani Sukirman menyebutkan jika harga rumput laut jarang sekali menguntungkan petani dari sana. "Naik tertinggi dua ratus rupiah Pak, tetapi jika turun sampai seribu rupiah. Belum juga alat-alat untuk budidaya rumput laut, seperti tali. Jadi harga produksi di harga jual terkadang begitu tidak masuk," keluhnya pada Sandi.
Baca juga : Akreditasi Prodi UNESA
Menurut Sukirman, hal-hal lain yang membuat beberapa petani budidaya rumput laut berjalan dalam tempat ialah belumlah terdapatnya industri pemrosesan untuk bahan baku yang dapat jadi produk turunan.
"Seperti kosmetik, pangan, tisu, saus, serta tekstil ini. Petani Rumput laut Pantai Amal, cuma jual bahan mentah ke Surabaya atau Makasar, untuk di proses," tuturnya.
Sandi juga menyikapi hal itu, tuturnya bila penduduk pilih Prabowo-Sandi untuk pimpin Indonesia, dianya serta Prabowo pastikan akan konsentrasi pada ekonomi rakyat. "Sebab 99 % jumlahnya usaha penduduk Indonesia, ialah entrepreneur kecil serta menengah, termasuk juga aktor budidaya rumput laut ini," jelas Sandi.
Sandi janji akan bangun industri pemrosesan rumput laut. Hingga petani seperti Sukirman bisa memperoleh nilai plus. Produksi rumput lautnya dapat diserap industri, pasti di harga yang sama dengan produksi serta harga jual, hingga dapat mensejahterakan pekerja rumput laut.
"Kami akan memberi pendampingan, pemasaran dan pendanaan untuk beberapa petani hingga miliki daya saing, tidak cuma panen, menjemur lantas di jual, tanpa nilai lebih," kata Sandi.
Baca juga : Akreditasi Prodi UB
Diluar itu, salah seseorang masyarakat yaitu bu Euis pun menyalahkan permasalahan distribusi serta angkutan. Wanita asal Garut yang tinggal di Tarakan semenjak tahun 1979 ini, menyalahkan angkutan komoditas rumput laut yang telah diolahnya jadi sabun serta kosmetik.
"Loh bukannya telah dijanjikan tol laut. Kan janjinya ingin dibikinkan Tol Laut. Telah ada belumlah tol laut?”, bertanya Sandi. "Belumlah," teriak beberapa petani serta pebisnis rumput laut itu.
"Janji itu mesti di mewujudkan. In Shaa Allah kami janji akan ada dengan beberapa petani, nelayan serta semua penduduk Indonesia, untuk menggerakkan ekonomi rakyat," ujarnya.
Salah seseorang petani Sukirman menyebutkan jika harga rumput laut jarang sekali menguntungkan petani dari sana. "Naik tertinggi dua ratus rupiah Pak, tetapi jika turun sampai seribu rupiah. Belum juga alat-alat untuk budidaya rumput laut, seperti tali. Jadi harga produksi di harga jual terkadang begitu tidak masuk," keluhnya pada Sandi.
Baca juga : Akreditasi Prodi UNESA
Menurut Sukirman, hal-hal lain yang membuat beberapa petani budidaya rumput laut berjalan dalam tempat ialah belumlah terdapatnya industri pemrosesan untuk bahan baku yang dapat jadi produk turunan.
"Seperti kosmetik, pangan, tisu, saus, serta tekstil ini. Petani Rumput laut Pantai Amal, cuma jual bahan mentah ke Surabaya atau Makasar, untuk di proses," tuturnya.
Sandi juga menyikapi hal itu, tuturnya bila penduduk pilih Prabowo-Sandi untuk pimpin Indonesia, dianya serta Prabowo pastikan akan konsentrasi pada ekonomi rakyat. "Sebab 99 % jumlahnya usaha penduduk Indonesia, ialah entrepreneur kecil serta menengah, termasuk juga aktor budidaya rumput laut ini," jelas Sandi.
Sandi janji akan bangun industri pemrosesan rumput laut. Hingga petani seperti Sukirman bisa memperoleh nilai plus. Produksi rumput lautnya dapat diserap industri, pasti di harga yang sama dengan produksi serta harga jual, hingga dapat mensejahterakan pekerja rumput laut.
"Kami akan memberi pendampingan, pemasaran dan pendanaan untuk beberapa petani hingga miliki daya saing, tidak cuma panen, menjemur lantas di jual, tanpa nilai lebih," kata Sandi.
Baca juga : Akreditasi Prodi UB
Diluar itu, salah seseorang masyarakat yaitu bu Euis pun menyalahkan permasalahan distribusi serta angkutan. Wanita asal Garut yang tinggal di Tarakan semenjak tahun 1979 ini, menyalahkan angkutan komoditas rumput laut yang telah diolahnya jadi sabun serta kosmetik.
"Loh bukannya telah dijanjikan tol laut. Kan janjinya ingin dibikinkan Tol Laut. Telah ada belumlah tol laut?”, bertanya Sandi. "Belumlah," teriak beberapa petani serta pebisnis rumput laut itu.
"Janji itu mesti di mewujudkan. In Shaa Allah kami janji akan ada dengan beberapa petani, nelayan serta semua penduduk Indonesia, untuk menggerakkan ekonomi rakyat," ujarnya.
Saturday, February 23, 2019
Gerindra Kritik Kekerasan terhadap Wartawan di Munajat 212
Kekerasan serta intimidasi pada wartawan pada saat pekerjaan Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis 21 Februari 2019 malam oleh massa Laskar Pembela Islam (LPI) selalu memperoleh masukan. Kesempatan ini, kritikan itu dari Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Baca juga : Jurusan di UMM
"Aksi kekerasan pada wartawan ialah aksi yang tidak benar," kata Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Muzani mengakui berkelanjutan melihat wartawan menjadi profesi yang netral. "Jadi, pekerjaan apa pun mesti menghargai profesi," kata Muzani yang sebagai wakil ketua Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.
Menurutnya, perlindungan pada profesi wartawan mesti dikasihkan. "Kita miliki data dunia begitu jumlahnya wartawan dalam dunia tetap jadi korban dari yang begini-begini. Ada ketidakpuasan, iya. Tetapi bukan menantang wartawan," pungkas wakil ketua MPR RI ini.
Baca juga : Jurusan di UINSA
Sebatas didapati, Aliansi Jurnalis Berdiri sendiri (AJI) mengutuk keras kekerasan, intimidasi serta persekusi pada beberapa jurnalis waktu pekerjaan Munajat 212 di Lokasi Monas, Jakarta, tempo hari malam. Mengenai yang jadi korban ialah wartawan alat online serta tv swasta.
Baca juga : Jurusan di UMM
"Aksi kekerasan pada wartawan ialah aksi yang tidak benar," kata Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Muzani mengakui berkelanjutan melihat wartawan menjadi profesi yang netral. "Jadi, pekerjaan apa pun mesti menghargai profesi," kata Muzani yang sebagai wakil ketua Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.
Menurutnya, perlindungan pada profesi wartawan mesti dikasihkan. "Kita miliki data dunia begitu jumlahnya wartawan dalam dunia tetap jadi korban dari yang begini-begini. Ada ketidakpuasan, iya. Tetapi bukan menantang wartawan," pungkas wakil ketua MPR RI ini.
Baca juga : Jurusan di UINSA
Sebatas didapati, Aliansi Jurnalis Berdiri sendiri (AJI) mengutuk keras kekerasan, intimidasi serta persekusi pada beberapa jurnalis waktu pekerjaan Munajat 212 di Lokasi Monas, Jakarta, tempo hari malam. Mengenai yang jadi korban ialah wartawan alat online serta tv swasta.
Friday, February 22, 2019
2 Rekan Bisnis Nuryanto Korban Mutilasi di Malaysia Masih Ditahan
Dua rekanan usaha Ujang Nuryanto korban mutilasi di Malaysia, Iqbal alias Jimy serta M Abbas masih tetap ditahan Polisi Diraja Malaysia, saat ditemukannya dua mayat termutilasi di Sungai Baloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019.
Akan tetapi, ke-2 pria itu belumlah diputuskan menjadi terduga. Mereka masih tetap dicheck menjadi saksi sebab saat di Malaysia, Nuryanto berkomunikasi serta berjumpa dengan Iqbal alias Jimy serta M Abbas yang adalah masyarakat negara Pakistan itu.
Baca juga : Akreditasi Prodi UII
"Iqbal yang di panggil Jimy serta M Abbas yang didapati Nuryanto, yang saat ini ditahan sebab disangka membunuh," kata Deki Rusdiana, kuasa hukum keluarga korban Nuryanto, Kamis (14/2/2019).
Ia menyampaikan, Iqbal alias Jimy adalah pria yang pertama-tama dihubungi oleh adik kandung korban pada 22 Januari sebab handphone korban tidak aktif semenjak 21 Januari 2019. Lalu Jimy menolong mencari hotel tempat korban Nuryanto bermalam.
Jimy, tutur Deki, temukan hotel itu tapi tidak merasakan Nuryanto disana. Di kamar hotel yang menempati korban cuma beberapa barang punya Nuryanto, seperti tas, baju, serta sepatu.
"Jimy ini yang memberikan laporan masalah orang hilang ke Polisi Diraja Malaysia. Sesudah itu ada penemuan mayat pada 26 Januari," tutur ia.
Deki menjelaskan, tidak hanya nama Jimy serta M Abbas, ada satu entrepreneur kembali, bernama Mahatir yang melakukan bisnis dengan Ujang Nuryanto. "Akan tetapi Mahatir ini gak berkaitan dengan masalah mutilasi itu. Ia cuma ada usaha dengan Nuryanto," papar Deki.
Sesaat Meli istri alm Nuryanto menjelaskan, suaminya Ujang Nuryanto pergi dua hari sebelum lagi tahun ke-37 pada 17 Januari 2019. "Suami saya lagi tahun tanggal 19 Januari. Saya sudah sempat SMS serta WhatsApp mengatakan selamat lagi tahun," papar Meli, sekalian kadang-kadang mengusap air matanya.
Saat satu tahun paling akhir, papar ia, suaminya itu seringkali pergi ke Malaysia untuk masalah usaha, menagih uang pembayaran atas kain yang diantar Nuryanto ke rekanan bisnisnya. Umumnya, Nuryanto satu pekan ada di Negeri Jiran itu, lantas kembali pada Bandung.
"Suami saya gagasannya pulang tanggal 22 Januari penerbangan pagi. Waktu 21 Januari, semenjak pagi, siang, serta sesudah Magrib masih tetap komunikasi lewat WhatsApp," papar ia.
Saat malam 21 Januari, muncul firasat karena anak bungsunya yang berumur 2 tahun menangis serta rewel. "Anak saya yang ke-3 ini nangis selalu serta rewel. Usianya baru 2 tahun lebih. Lantas saya minta anak saya yang sulung untuk menelepon ayahnya," papar Meli.
Akan tetapi, Ujang Nuryanto susah untuk dihubungi. Esok harinya 22 Januari, handphone Nuryanto juga tidak aktif. "Sebab ditelepon sulit serta anak rewel, cocok dengar berita tanggal 30 Januari lantas, saya berfikir jika mungkin ini firasatnya," kata Meli.
Baca juga : Akreditasi Prodi UAD
Sesudah menelepon berulang tidak aktif (pada 22 Januari), Meli mengontak adik ipar (adik kandung Ujang Nuryanto). "Saya lantas mengontak adik suami saya serta minta mengecheck agenda pulangnya suami saya dengan maskapai apakah serta penerbangan siang atau sore," tutur ia.
Adik iparnya, menurut Meli lantas mencari info serta mencari kontak nomer HP di ruko. "Adik ipar saya lantas ke ruko, mencari data nomer telephone orang Malaysia itu. Lantas didapatlah nomer atas nama Jimi. Cocok adik suami saya nelpon, Jimi ini mengecheck ke sejumlah hotel. Hotel tempat Nuryanto bermalam diketemukan serta beberapa barang punya suami saya masih tetap berada di kamar hotel itu," papar Meli.
Selang empat hari lalu atau 26 Januari 2019, Jimi relasi usaha Nuryanto di Malaysia memberi berita jelek mengenai ditemukannya sesosok mayat tiada anggota badan komplet. "Sesudah bisa info itu, adik suami saya pergi ke Malaysia pada 30 Januari untuk mengecheck kebenarannya," papar ia.
Akan tetapi, ke-2 pria itu belumlah diputuskan menjadi terduga. Mereka masih tetap dicheck menjadi saksi sebab saat di Malaysia, Nuryanto berkomunikasi serta berjumpa dengan Iqbal alias Jimy serta M Abbas yang adalah masyarakat negara Pakistan itu.
Baca juga : Akreditasi Prodi UII
"Iqbal yang di panggil Jimy serta M Abbas yang didapati Nuryanto, yang saat ini ditahan sebab disangka membunuh," kata Deki Rusdiana, kuasa hukum keluarga korban Nuryanto, Kamis (14/2/2019).
Ia menyampaikan, Iqbal alias Jimy adalah pria yang pertama-tama dihubungi oleh adik kandung korban pada 22 Januari sebab handphone korban tidak aktif semenjak 21 Januari 2019. Lalu Jimy menolong mencari hotel tempat korban Nuryanto bermalam.
Jimy, tutur Deki, temukan hotel itu tapi tidak merasakan Nuryanto disana. Di kamar hotel yang menempati korban cuma beberapa barang punya Nuryanto, seperti tas, baju, serta sepatu.
"Jimy ini yang memberikan laporan masalah orang hilang ke Polisi Diraja Malaysia. Sesudah itu ada penemuan mayat pada 26 Januari," tutur ia.
Deki menjelaskan, tidak hanya nama Jimy serta M Abbas, ada satu entrepreneur kembali, bernama Mahatir yang melakukan bisnis dengan Ujang Nuryanto. "Akan tetapi Mahatir ini gak berkaitan dengan masalah mutilasi itu. Ia cuma ada usaha dengan Nuryanto," papar Deki.
Sesaat Meli istri alm Nuryanto menjelaskan, suaminya Ujang Nuryanto pergi dua hari sebelum lagi tahun ke-37 pada 17 Januari 2019. "Suami saya lagi tahun tanggal 19 Januari. Saya sudah sempat SMS serta WhatsApp mengatakan selamat lagi tahun," papar Meli, sekalian kadang-kadang mengusap air matanya.
Saat satu tahun paling akhir, papar ia, suaminya itu seringkali pergi ke Malaysia untuk masalah usaha, menagih uang pembayaran atas kain yang diantar Nuryanto ke rekanan bisnisnya. Umumnya, Nuryanto satu pekan ada di Negeri Jiran itu, lantas kembali pada Bandung.
"Suami saya gagasannya pulang tanggal 22 Januari penerbangan pagi. Waktu 21 Januari, semenjak pagi, siang, serta sesudah Magrib masih tetap komunikasi lewat WhatsApp," papar ia.
Saat malam 21 Januari, muncul firasat karena anak bungsunya yang berumur 2 tahun menangis serta rewel. "Anak saya yang ke-3 ini nangis selalu serta rewel. Usianya baru 2 tahun lebih. Lantas saya minta anak saya yang sulung untuk menelepon ayahnya," papar Meli.
Akan tetapi, Ujang Nuryanto susah untuk dihubungi. Esok harinya 22 Januari, handphone Nuryanto juga tidak aktif. "Sebab ditelepon sulit serta anak rewel, cocok dengar berita tanggal 30 Januari lantas, saya berfikir jika mungkin ini firasatnya," kata Meli.
Baca juga : Akreditasi Prodi UAD
Sesudah menelepon berulang tidak aktif (pada 22 Januari), Meli mengontak adik ipar (adik kandung Ujang Nuryanto). "Saya lantas mengontak adik suami saya serta minta mengecheck agenda pulangnya suami saya dengan maskapai apakah serta penerbangan siang atau sore," tutur ia.
Adik iparnya, menurut Meli lantas mencari info serta mencari kontak nomer HP di ruko. "Adik ipar saya lantas ke ruko, mencari data nomer telephone orang Malaysia itu. Lantas didapatlah nomer atas nama Jimi. Cocok adik suami saya nelpon, Jimi ini mengecheck ke sejumlah hotel. Hotel tempat Nuryanto bermalam diketemukan serta beberapa barang punya suami saya masih tetap berada di kamar hotel itu," papar Meli.
Selang empat hari lalu atau 26 Januari 2019, Jimi relasi usaha Nuryanto di Malaysia memberi berita jelek mengenai ditemukannya sesosok mayat tiada anggota badan komplet. "Sesudah bisa info itu, adik suami saya pergi ke Malaysia pada 30 Januari untuk mengecheck kebenarannya," papar ia.
Thursday, February 21, 2019
Soal Masalah Narkoba, Kinerja Kalapas Cipinang Dipertanyakan
Kapasitas dari Kepala Instansi Pemasyarakatan (Kalapas) Cipinang, Andika, dipertanyakan sebab masih tetap ramainya peredaran narkoba dari dalam Lapas.
Baca juga : Jurusan di UIN MALANG
Dalam tindakan yang menyebut dianya Front Penduduk Perduli Lapas di muka Lapas Cipinang di hari ini mengatakan supaya Andika dicopot dari tempat Kepala Lapas.
Perihal ini karena masih tetap ramainya peredaran narkoba, bahkan juga bandar seperti Almarhum Fredy Budiman juga, dahulu masih tetap dapat memakai di penjara.
"Kami menanyakan kapasitas Kalapas Cipinang berkaitan peredaran narkoba di Lapas sebab terindikasi ia dibiayai oleh tahanan narkoba," kata Iskandar, koordinator tindakan, Selasa 19/2/2019.
Dalam tindakan itu, massa demonstran pun menanyakan tidak meratanya bahan makanan yang didapat masyarakat binaan di lapas Cipinang. Walau sebenarnya masyarakat binaan sendiri memperoleh jatah makanan Rp 17.000 /hari.
Baca juga : Jurusan di POLINEMA
"Pendapat penyimpangan oleh Kalapas Andika ini mesti selekasnya di usut selesai oleh penegak hukum," tegasnya.
Tindakan ini juga dikawal oleh petugas lapas dan kepolisian hingga berjalan aman. Demonstrasi ini pula dikerjakan di beberapa titik untuk mengatakan masukan mereka.
Baca juga : Jurusan di UIN MALANG
Dalam tindakan yang menyebut dianya Front Penduduk Perduli Lapas di muka Lapas Cipinang di hari ini mengatakan supaya Andika dicopot dari tempat Kepala Lapas.
Perihal ini karena masih tetap ramainya peredaran narkoba, bahkan juga bandar seperti Almarhum Fredy Budiman juga, dahulu masih tetap dapat memakai di penjara.
"Kami menanyakan kapasitas Kalapas Cipinang berkaitan peredaran narkoba di Lapas sebab terindikasi ia dibiayai oleh tahanan narkoba," kata Iskandar, koordinator tindakan, Selasa 19/2/2019.
Dalam tindakan itu, massa demonstran pun menanyakan tidak meratanya bahan makanan yang didapat masyarakat binaan di lapas Cipinang. Walau sebenarnya masyarakat binaan sendiri memperoleh jatah makanan Rp 17.000 /hari.
Baca juga : Jurusan di POLINEMA
"Pendapat penyimpangan oleh Kalapas Andika ini mesti selekasnya di usut selesai oleh penegak hukum," tegasnya.
Tindakan ini juga dikawal oleh petugas lapas dan kepolisian hingga berjalan aman. Demonstrasi ini pula dikerjakan di beberapa titik untuk mengatakan masukan mereka.
Wednesday, February 20, 2019
Ingin Bentuk Tim Kuat, Ini Dua Obsesi Prabowo
Koordinator Team Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak membuka dua kemauan Prabowo bila dipilih jadi presiden.
Baca juga : Akreditasi Prodi UMM
Menurut Dahnil, Prabowo mempunyai potensi untuk membuat serta menggerakan team yang htangguh."Pak Prabowo mempunyai habitus serta kemampuan membuat serta menggerakkan team htangguh. Riwayat bagaimana beliau membuat team berolahraga Polo Indonesia dari anak-anak kampung dari semua Indonesia, yang pada akhirnya mempunyai prestasi mengagumkan dalam dunia," catat Dahnil di situs account Twitternya, @Dahnilanzar, Rabu (20/2/2019
Bekas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini pula membuka kemauan Prabowo untuk membuat dua team hebat.
Baca juga : Akreditasi Prodi UINSA
"Potensi Pak Prabowo membuat team kuat, sempat juga beliau berikan pada sahabat alat. Ada dua team kerja yang ingin selekasnya beliau bentuk. Pertama, team beberapa cerdas pintar berskala internasional untuk universitas-universitas serta ke-2, team sepak bola yang htangguh yang dapat mengalahkan Piala Dunia," papar Dahnil.
Baca juga : Akreditasi Prodi UMM
Menurut Dahnil, Prabowo mempunyai potensi untuk membuat serta menggerakan team yang htangguh."Pak Prabowo mempunyai habitus serta kemampuan membuat serta menggerakkan team htangguh. Riwayat bagaimana beliau membuat team berolahraga Polo Indonesia dari anak-anak kampung dari semua Indonesia, yang pada akhirnya mempunyai prestasi mengagumkan dalam dunia," catat Dahnil di situs account Twitternya, @Dahnilanzar, Rabu (20/2/2019
Bekas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini pula membuka kemauan Prabowo untuk membuat dua team hebat.
Baca juga : Akreditasi Prodi UINSA
"Potensi Pak Prabowo membuat team kuat, sempat juga beliau berikan pada sahabat alat. Ada dua team kerja yang ingin selekasnya beliau bentuk. Pertama, team beberapa cerdas pintar berskala internasional untuk universitas-universitas serta ke-2, team sepak bola yang htangguh yang dapat mengalahkan Piala Dunia," papar Dahnil.
Monday, February 18, 2019
Bentrok Warga, Satu Pondok Dibakar, Satu Orang Terluka
Kericuhan pada masyarakat eksodus (pendatang) serta masyarakat Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Jambi kembali berlangsung. Kesempatan ini kericuhan berlangsung di Desa Gedang, Minggu (19/8/2018) seputar jam 15.00 WIB.
Baca juga : Jurusan di POLBAN
Info yang didapatkan mengatakan, karena peristiwa itu, seseorang masyarakat Desa Gedang, M Unut (45) terluka kronis, sedang satu unit pondok punya masyarakat eksodus dibakar massa.
Peristiwa berawal saat, M Unut dianiaya oleh masyarakat eksodus asal Bengkulu yaitu Pidit, yang sampai sekarang belumlah didapati sebabnya. Dengar berita masyarakatnya dianiaya, beberapa puluh masyarakat Desa Gedang langsung ke arah pondok punya Pidit, serta membakarnya.
Keadaan sudah sempat memanas, tetapi sekarang personil Polsek Jangkat serta Koramil Jangkat sudah ada di tempat untuk lakukan pengamanan.
Baca juga : Jurusan di POLINELA
Kasubag Humas Polres Merangin Iptu Sobri yang di konfirmasi membetulkan peristiwa itu. "Benar memang benar ada, tapi kita masih tetap mencari info yang detil terlebih dulu, kelak saya informasikan kembali," katanya.
Baca juga : Jurusan di POLBAN
Info yang didapatkan mengatakan, karena peristiwa itu, seseorang masyarakat Desa Gedang, M Unut (45) terluka kronis, sedang satu unit pondok punya masyarakat eksodus dibakar massa.
Peristiwa berawal saat, M Unut dianiaya oleh masyarakat eksodus asal Bengkulu yaitu Pidit, yang sampai sekarang belumlah didapati sebabnya. Dengar berita masyarakatnya dianiaya, beberapa puluh masyarakat Desa Gedang langsung ke arah pondok punya Pidit, serta membakarnya.
Keadaan sudah sempat memanas, tetapi sekarang personil Polsek Jangkat serta Koramil Jangkat sudah ada di tempat untuk lakukan pengamanan.
Baca juga : Jurusan di POLINELA
Kasubag Humas Polres Merangin Iptu Sobri yang di konfirmasi membetulkan peristiwa itu. "Benar memang benar ada, tapi kita masih tetap mencari info yang detil terlebih dulu, kelak saya informasikan kembali," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)